Selasa, 06 Desember 2011

[OPINI]Bu Poniyem, salah satu yang terlupakan?

Beliau adalah orang yang ikut sharing dengan kelompok Jutatar, ketika kunjungan mahasiswa mata kuliah Keterampilan Interpersonal di Lipensos Dinas Sosial Kota Surabaya, Keputih Tegal 6 Desember 2011. Dari kisah yang diceritakannya, beliau masuk panti sosial ini hanya karena razia kartu identitas, saat ia hendak menuju Kupang dari kampungnya, untuk membantu bekerja di warung kerabatnya.
Saat ini dia mengaku tak bisa menghubungi keluarganya untuk menjemputnya, karena untuk keluar dari panti sosial ini, harus dengan sepengetahuan keluarganya. Dia sangat ingin bertemu keluarganya, terutama anaknya yang paling kecil, dari keempat anaknya. Dia sangat mengkhawatirkan anaknya tersebut.
Namun dalam benak saya, apakah memang keluarganya tak mencarinya? Sementara beliau ini tidak membawa informasi sedikitpun mengenai keluarganya, entah itu nomor handphone atau nomor telepon rumah yang bisa dihubungi. Beliau sendiri tidak bisa membaca dan tidak bisa berbahasa Indonesia.
Ibu Poniyem (baju merah)

Untuk saat ini, saya hanya ikut berdoa. Saya ikut merasakan kesedihannya, ingin bertemu dengan keluarga tapi tak bisa. Saya pun mengalaminya juga. Mungkin dalam taraf yang berbeda. Tapi semoga usaha dan daya upaya yang telah Bu Poniyem lakukan bisa terbayar untuk bisa bertemu dengan keluarganya lagi. Bagi siapa saja yang mengenalnya, beliau ada di Lipensos Dinas Sosial Kota Surabaya, Keputih Tegal. Mungkin ini saja yang bisa saya berikan, bantuan yang tak berarti. Namun sungguh berarti bagi saya, di saat saya juga dalam keadaan yang sama.

2 komentar:

  1. bu poniyem sudah menemukan pasangan hidupnya yang baru..
    summon ahmad (http://assegaff88.blogspot.com/)
    wakakakak

    BalasHapus
  2. hihi...
    bisa aja ente...
    bantu repost aja men!
    kali aja ada yang kenal...

    BalasHapus