Jumat, 23 Desember 2011

[OPINI]Band yang bisa bertahan

Banyak musisi baru bermunculan di kancah musik negeri ini. Banyak yang cepat populer, namun banyak pula yang cepat tenggelam. Bagaimana para produser musik menyeleksi para calon artisnya, apakah dengan konsep "asal laris" atau memang berdasar atas "kualitas".
Namun saya sendiri menemui beberapa band berkualitas, yang masih punya massa dengan musik yang berkualitas pula, masih bisa bertahan di kancah musik sekarang. Kebanyakan band tersebut tidak meniru apa yang sedang hits sekarang, namun mempunyai ciri khas yang malah ditiru oleh band-band baru sekarang.
Apakah ini wujud kreatifitas yang terbelenggu aturan pasar? Mungkin iya, namun kita juga tak bisa memalingkan muka dari kondisi konsumennya. apakah cukup cerdas menikmati musik yang berkualitas, atau juga hanya bisa ikut arus tren yang sudah ada. Sungguh disayangkan bahwa band baru yang muncul secara bombastis namun akhirnya tenggelam dengan umur yang sebentar saja, sekedar mengisi kancah musik negri ini sementara saja.

[OPINI]Narsis, tapi ya jangan kebangetan

Di era kamera digital murah, bahkan yang ada di handphone kita, kalau kita amati semakin banyak kasus foto bugil atau video porno yang beredar, yang ironisnya di dalamnya terpampang wajah si pemilik gadget. Lucu bukan? Itulah wujud ketidaktahuan kita terhadap teknologi yang bisa dimodifikasi atau diutak-atik. Bingung? Kita bahas dulu awal mulanya.
NARSIS
Dengan buaian teknologi fotografi sekarang, orang dengan mudah memotret, termasuk memotret dirinya sendiri dengan berbagai gaya. Sah-sah saja sih, lagi pula kita narsis hanya untuk dinikmata orang-orang terbatas saja. Dimana-mana tempat kita datangi, sebagai bukti kita di sana, kita foto. Kita melakukan hal-hal asik, kita pamerin dengan foto kita di sana. Atau lagi galu dan suntuk ama tugas, iseng-iseng kita berfoto untuk sekedar mengisi waktu galau kita, hehe

Namun kadang narsis ini mulai kebablasan. entah apa yang ada di benak mereka yang berfoto dengan pose aneh-aneh bahkan sampai bugil dan sebagainya. Mereka tidak menyadari resiko di balik itu. Di negara kita yang sangat menjunjung tinggi adat kesopanan, bahkan ada hukumnya secara khusus mengatur tentang pornografi, namun mereka dengan santainya berpose bugil dengan dalih narsis.

Sampai saat gadget mereka hilang atau memory card hilang. Mereka tidak menyadari kecanggihan teknologi bisa merestore file-file yang sudah bisa dihapus dari memory card. Maka muncullah foto-foto mereka di internet, bertebaran dan berpindah secara cepat. Setelah itu hanya tinggal penyesalan. Maka hati-hatilah kalau kalian narsis. Narsisnya yang wajar saja, jangan berlebihan, kalau tak mau mendapat malu di akhirnya. 

[REFERENSI]Wayang Orang Bharata, Satu Yang Masih Bertahan

Kalau kalian sempat main-main ke Jakarta, sempatkan ke gedung satu ini. Namanya Gedung Wayang Orang Bharata, lokasi tepatnya di Senen, sebelum terminal Senen, Jakarta Pusat. Apa isinya? Ya, sebuah pertunjukan Wayang Orang, yang rutin dilaksanakan setiap malam minggu. Kalau kalian mau ngapel tapi bosen nonton film terus, cobalah nonton di sini.
Satu hal yang mengejutkan saya, saya kira penontonnya adalah sebagian besar orang-orang tua saja. Namun ternyata kalangan anak muda, dari yang datang berjalan kaki sampai naik mobil mewah pun ada. Wow, ternyata masih ada penikmat wayang orang yang ada di Jakarta, sebuah kota metropolitan yang sangat kita kenal.


Bagi kalian yang tidak mengerti bahasa Jawa, jangan kuatir. Di setiap pertunjukan, disediakan alat khusus berupa teks berjalan sebagai translater dan narasi cerita pada saat cerita berlangsung. Dengan tiket Rp. 35.000,- saja, kita dapat tempat duduk seperti di bioskop. Jangan kuatir bila anda lapar, kalian bisa memesan makanan pada penjual makanan di luar gedung, bahkan kalian bisa memakannya di saat acara berlangsung.
Mungkin inilah wujud kesenian yang bercoba bertahan di kota metropolitan, yang dulunya sangat digemari berbagai kalangan sampai sekarang. Kalau tidak kita coba lestarikan, kita tak mungkin menunjukkan ke anak cucu kita bagaimana kesenian tradisi kita sebenarnya seperti apa.